sebuah cerita fiksi,Horor,Humor,Dongeng dan kisah nyata

Showing posts with label Ada ada aja. Show all posts
Showing posts with label Ada ada aja. Show all posts

Saturday, December 26, 2009

Tukang Gali Sumur

Disuatu Desa terdapat seorang penggali sumur yang bernama Asep orang Bandung dan Budi Orang Betawi. Suatu hari Asep mendapatkan Order untuk menggali sumur disuatu Rumah di kota ya... lumayan agak jau dari kampungnya.
Mereka sangatlah Profesional oleh karena itu sering di panggil untuk menggali sumur walau jauh. dengan sigap mereka mulai menentukan tempat penggalian sumur karena jika salah walau dalam sekalipun tidak akan mendapatkan Air. setelah melakukan ritual dengan cara menutup dengan menggunakan Daun Talas maka didapatnya tempat yang kira-kira dekat dengan sumber Air.
setelah didapat mereka mulai menggali hanya dengan bermodal Cangkul yang dibawanya, konon cangkul itu sudah merupakan turun-menurun dari nenek moyangnya.
setelah tiga hari lubang sumur pun sudah terlihat dalam sekitar 7 meter tapi belum juga menemukan sumber Air, kemudian si Asep mulai melanjutkan pekerjaan Budi yang orang Betawi, namun hari sudah menjelang tengah hari dan waktunya mereka makan siang, kemudian Budi pun istirahat untuk makan siang, tapi si Asep asyik saja menggali, berkali-kali di panggil untuk makan siang, namun jawabannya tetap saja 'nanti..., masih tanggung' jawab Asep, karena sumur sudah dalam dan kadar Oksigen menipis dada Asep mulai sesak didalam sumur dan Budi pun mengingatkan kepada Asep untuk makan siang dulu. " Sep....Asep, Makan siang dulu nanti biar saya yang menggatikan", Sahut Budi. lalu terdengar suara dari dalam Sumur "Taraje, taraje..." sahut Asep merasa dadanya sesak. "Oh...dibilangin koq Ntar Aje, Ntar Aje, ya udah" Sahut Budi. maksud Asep dia butuh Tangga dalam bahasa sunda Taraje karena Tangganya di ambil oleh Budi. Lalu terdengar lagi suara dari dalam Sumur, "Taraje, Budi...., Taraje..." sahut Asep terkulai lemas. " Ya...., Saya tahu terserah kamulah.." sahut Budi. Akhirnya Asep jatuh pingsan dan tidak terdengar suara lagi. Budi pun Curiga lalu menghampiri sumur itu, dan dilihatnya Asep terkulai lemas. "Hoi...., disuruh makan malah tidur disitu" sahut Budi. lalu Budi pun mengambil Tangga dan turun untuk membangunkan Asep, setelah dibawah " Loh....Koq diam aje, Sep...Asep..." Sahut Budi. tapi karena Pingsan Asep hanya diam saja, kemudian budi pun kembali ke atas mencari Bantuan. "Tolong...,Tolong..." Teriak Budi. lalu Warga pun berdatangan dan menolong Asep yang Pingsan di bawah sumur.
kemuadian salah satu warga menanyakan perihal kejadian ini pada Budi temannya Asep. "Ini kenapa koq bisa terjadi seperti ini" sahut Warga. " iya....,tadi saya sudah mengingatkan sama Asep untuk makan siang dulu tapi malah dia jawab Ntar Aje, Ntar Aje... Ya udah saya makan siang sendirian" sahut Budi.
"terus koq bisa Pingsan Begini" sahut Warga. "Ya gak tahu mungkin kekurangan Oksigen" sahut Budi. kemudian Asep pun Sadar dan memanggil Budi, " Budi sini kamu, Gimana sih saya bilangkan Taraje, taraje koq kamu gak dengar" Tanya Asep. "saya denger, ya udah orang ntar Aje" Sahut Budi. " Taraje itu maksudnya Tangga kali, Pak Asep Butuh Tangga" sahut warga. "Oh... Gue kagak tahu, makanya ngomonnya jangan pake bahasa Perancis dong gue kan kagak ngarti" sahut Budi. ~Sekian~
Baca Cerita Lainnya di Dr.Qbul kunjungi http://dr-qbul.blogspot.com

Friday, December 25, 2009

Kentut Dalam Bis

Cerita ini ketika aku pulang dari rumah teman di Tanggerang Komplek Alam Sutera, pada waktu itu aku beranjak pulang melalui terminal Kalideres, aku pun menanti Bis yang menuju ke merak karena tujuanku adalah Lampung.
Nah pada saat itu datanglah Mobil bis yang kutunggu-tunggu dengan merasa gembira akupun naik bis itu, "wah,..Nyaman sekali ACnya Dingin" sahutku dalam hati, kemudian tak lama mobil ini berhenti Penumpangpun sudah penuh dan siap untuk berangkat, karena perjalanan jauh sengaja aku beli bekal makanan kecil untuk makan dijalan. kebetulan di sebelahku duduk salah seorang Bapak-bapak berwajah garang pokoknya serem tampang penjahat, dalam perjalanan aku terdiam tidak berani untuk melihat wajahnya apalagi ngobrol.
di tengah perjalanan sang Kondektur mulai menariki Ongkos mobilnya dan setelah selesai menariki ongkos sang kondektur mencium Bau busuk, begitu pula dengan suara gaduh penumpang lainnya,
karena merasa terngganggu dan saling tuduh, Kondektur tadi lalu teriak...,
"Maaf Yang Kentut tadi Belum Bayar Ongkosnya...!!" sahut Kondektur dengan suara lantang yang sekaligus mendiamkan penumpang, Tanpa sadar yang duduk disebelahku teriak " Mas tadi aku sudah Bayar bahkan kembaliannya belum.., Enak aja...!!" Sahut Bapak disebelahku, Akhirnya penumpang yang lainnya pun mengetahui siapa yang kentut tadi, akupun tersenyum geli, lalu bapak itu bertanya padaku, " Ada apa koq semua tersenyum?" tanya Bapak itu, "Tahu gak pak Kondektur tadi cuma ingin tahu siapa yang kentut" sahutku, lalu bapak itu tertunduk malu. he,he,he ~Sekian~
Baca Lainnya di Dr.Qbul kunjungi http://dr-qbul.blogspot.com
Terima Kasih Atas Commentnya.!

Wednesday, December 23, 2009

Perampok memperkosa

Suatu hari di sebuah kampung tak jauh dari perkotaan ada sebuah keluarga kaya raya pemilik kebun sawit, pasalnya keluarga ini mengalami kemujuran karena hasil panennya melimpah tahun ini, Kepala keluarga ini bernama Pak Ukin yang sudah lama menjadi contoh bagi masyarakat sekitarnya dengan keberhasilanya menanam kelapa sawit, ketika itu saatnya Panen raya, Pak Ukin pun berangkat ke kota untuk menjual ke Pengepul kelapa sawitnya, wah hasilnya lumayan pak Ukin pun membawa uang sekitar 150juta, namun sebelum pulang pak Ukin sempat mampir ke Bank menyetorkan sebagian uangnya keBank dan sempat mampir ke Mall untuk membeli kebutuhan rumahnya, setibanya di rumah Pak ukin disambut hangat oleh isterinya yang Cantik maklum isterinya dulu seorang kembang desa, Suatu ketika pada malam hari Pak Ukin menghadiri pertemuan di Balai Desa karena beliau telah berhasik maka Pak Lurah memintanya untuk sebagai nara sumber, namun dirumahnya pak ukin rupanya sudah ada yang mengawasi dua orang pemuda pengangguran, mungkin ke dua pemuda tadi sudah tahu pak ukin telah menjual hasil panennya, setelah pak ukin pergi tanpa ragu kedua pemuda tadi masuk sambil mengenakan topeng kerumah pak ukin, karena isterinya sendirian maka ke dua pemuda tadi dengan sangat leluasa mengobrak abrik mencari uang hasil penjualan kelapa sawit, dan setelah di dapat ke dua pemuda tadi berniat melarikan diri, namun ketika melihat kemolekan istrinya pak ukin, kedua pemuda pengangguran itu pun tergiur akhirnya dimasukannya kedalam kamar, dengan berontak isterinya pak ukin akhirnya kedua pemuda tadi memaksa melepaskan pakaiannya satu persatu, kemudian salah satu perampok itu mulai menggerayangi tubuhnya, mengulum puting susunya dan mulai memasukan pelurunya, namun karena terasa nyeri menjerit dan memanggil suaminya, 'Mas ukin, tolong Mas ukin..' sambil merintih, 'iya sabar ini juga lagi di masukin' sahu perampok, kembali wanita itu teriak 'Mas ukin, oh mas ukin..' 'iya inikan sudah masuk' sahut perampok itu, namun karena sunyi teriakan isterinya pak ukin terdengar sampai balai desa karena jaraknya tidak jauh akhirnya masyarakat mengepungnya dan menangkapnya, babak belur lah kedua pemuda tadi, 'kenapa kamu perkosa isterinya, kalo niat kamu cuma ambil uang?' tanya pak lurah kepada kedua perampok, 'Ma,maafin kami pak, tadinya niat kami cuma ingin melihat tubuhnya, namun wanita itu minta dimasukin' jawab perampok, 'Dasar bajingan kamu! dia itu manggil suaminya ukin, bukan minta di masukin, maksudnya Mas Ukin' sambil menempeleng kedua perampok itu, tidak lama kemudian polisi datang dan membawanya ke teralis besi.~Sekian~
(baca cerita lainnya di Dr.Qbul kunjungi atau klik http://dr-qbul.blogspot.com

Tuesday, December 22, 2009

Beli Handphone dan Sinyal

Pada hari minggu aku kedatangan tamu dari kampung, seorang pemuda anak juragan kelapa terkenal, maksud kedatangannya bermaksud untuk minta antar beli Handphone, namanya kang Arman, karena kampunya sangat terisolir dan dia hanya punya kesempatan 4 jam sampai mobil barangnya kembali, kamipun pergi kesebuah toko Handphone terbesar, lalu kami mulai mencari sesuai seleranya Arman, setelah ketemu lalu Arman pun nego harga sama pemilik toko, 'Koh ini harganya berapa?' kata Arman sambil menunjuk ke sebuah HP, 'oh...itu murah hanya 6 juta.' kata pemilik toko, dan kamipun berbincang meminta pendapat, setelah kuberikan pendapat lalu Arman pun menyetujuinya, 'Baiklah Koh saya ambil yang itu.." sahut Armand, lalu pemilik toko mengambil pilihan si Arman, 'nah saya buka dulu ya, saya lihat isi kotaknya takut ada yang kurang' sahut pemilik toko, setelah di periksa lengkap dan di coba tidak ada masalah pemilik toko itu mengemasnya kembali dan memberikan Kartu Garansinnya,lalu pemilik toko itu bertanya 'Punya Sim Cardnya?' lalu si Arman menjawab 'Oh Sim.., Ada,ada saya punya.' lalu pemilik toko itu menulis nota dan memberikan pada si Arman 'Baiklah kalo begitu, nanti kalo ada keluhan lain silahkan datang lagi kesini, Kamsia, kamsia,' kata Pemilik toko sambil menghitung uang yang di berikan si Arman, setelah selesai kamipun kembali kerumah..sesampainya dirumah si Arman pun mengeluarkan Sim teringat kata pemilik toko tadi kalo gak ada Sim Card Handphonenya tidak bisa berfungsi, ya maklum desa terisolir kurang kenal teknologi, dikeluarkannya Simnya lalu bertanya padaku 'ini cara pasangnya gimana ya?' tanya Arman, 'maksudmu?' aku balik bertanya,'katanya tadi suruh pake Sim' kata Arman, 'waduh aku kira kamu tahu, maksudnya kartu Perdana bukan Sim Motor! kalo gitu kita balik lagi yuk' aku menjawab, sesampainya di Toko Handphone yang tadi lalu Arman membeli Kartu perdana, 'Man daripada kita kembali lagi lebih baik semua Operator kamu beli' sahutku, 'Ya udah saya beli semua' jawab Arman, setelah diajarkan cara pasangnya lalu kami kembali pulang, namun setelah sesampainya dirumah mobil sudah menunggu menjemput Arman, kemudian Arman pun pulang kerumahnya, seminggu kemudian Arman datang lagi kerumahku, 'Kang Anton,semua Sim sudah kucoba tapi kok gak bisa telpon kamu atau sms kamu?' Arman bertanya padaku, 'Masa sih, kalo gitu kita ke toko lagi yuk kita tanyakan sama si engkoh' sahutku, sesampainya ditoko Arman pun menjelaskan semua keluhannya, 'Oh semua sudah betul, tapi kenapa koq gak bisa ya?' kata pemilik toko,'Nah itu masalahnya koh, setiap untuk telepon selalu bunyi Tulalit terus di layar ada tulisan No Signal, semua kartu sama' kata Arman, 'Oh..,itu artinya ditempat kamu gak ada Sinyal' jawab pemilik toko, 'Kalo begitu sekalian saya beli Sinyalnya' kata Arman, aku dan pemilik toko pun tersenyum ~Sekian~
(baca cerita lainnya di Dr.Qbul kunjungi/klik http://dr-qbul.blogspot.com )

Situs Jual Beli

Situs Jual Beli
Portal Iklan Gratis Indonesia