sebuah cerita fiksi,Horor,Humor,Dongeng dan kisah nyata

Saturday, December 4, 2010

BAKAT TERPENDAM

Ketika baru tiba di Negeri Ginseng, tubuh terasa menggigil karena memang sedang musim dingin. Persentase meminum minuman keras bagi Orang Korea saat musim dingin meningkat dua kali lipat dibanding musim panas, semi atau gugur. Bagi mereka, minuman keras adalah tradisi selain mempunyai fungsi sebagai penghangat badan. Hanya sehari penulis istirahat di negeri tujuan, keesokan harinya mulai bekerja. Di tempat kerja, letak pabrik dan kantin hanya berjarak sekitar 100 M. Ketika istirahat kerja, bisa langsung makan ke kantin karena disitulah kami habiskan waktu makan kami.

Suatu ketika, waktu itu genap sepekan penulis bekerja. Kami makan di kantin seperti biasanya dan bubar setelah itu. Hari itu Sikdang (kantin) berbeda suasana, orang-orang berkumpul duduk ramai dan penulispun diminta oleh mereka untuk bergabung. Sesaat kemudian, penulis melihat berbotol-botol minuman berwarna putih susu. Ketika penulis bertanya, "minuman apa itu ?" mereka menjawab "Jamu Korea, namanya Makgeli." Penulis langsung teringat dengan Beras Kencur, Cabe Puyang dan jamu-jamu tradisional Indonesia yang lain. "Wah ...Makgeli ini pasti menyehatkan", pikir penulis waktu itu.

Tanpa penulis minta, orang-orang sudah menuangkannya hingga dua gelas. Mereka heran karena tidak ada reaksi apa-apa dari penulis (mabuk). Mereka tambahi lagi hingga penulis habiskan empat gelas besar. Ketika sampai pada tegukan yang terakhir pada gelas yang keempat, orang-orang bertepuk tangan serentak. Penulis bertanya tentang alasan mereka menepukkan tangannya, mereka menjawab bahwa kebanyakan Orang Korea hanya sanggup meminum tiga gelas saja karena minuman yang penulis minum mengandung kadar alkohol yang cukup tinggi.

Begitu mendengar ada kadar alkohol pada minuman itu, penulis kaget dan langsung menuju kamar pemondokan. Sesampai di kamar, penulis langsung teringat lagu Rhoma Irama, "Minuman keras (miras ...) apapun namamu ...takkan kureguk lagi, takkan kusentuh lagi walau setetes, (setetes ...) ."
Di pemondokan (kami biasa menyebutnya 'Gisuksa') penulis tercenung, "Hai..., ternyata kamu punya bakat juga untuk jadi peminum !!! ". Bakat terpendam yang harus (tidak) dikembangkan.


Oleh : Mujio Kurniawan

Gagak Hitam

Awan-awan mendung menggelayut duka,
dan tak lama langit pun menangis..
Di sebatang ranting tua tertegunlah se ekor gagak yang memandangi kesedihan langit,
tanpa berteduh tubuhnya basah kuyub,
meski pun menggigil ia tetap tampil dengan perasaan kerdil..
Seketika ia memalingkan saudjana,
dengan tubuh yang gemetar ia menggumam lirih ;
"Duhai langit,
mengapa engkau bersedih?
bukan kah keindahanmu adalah impian para pelintas cakrawala,
tidak sepertiku,
aku bukan elang perkasa atau rajawali yang senantiasa memangsa daging-daging segar,
bukan pula merpati dan kasuari yang memanen bebijian dan rempah-rempah..
Sedangkan aku harus merasa di cukupkan dengan sisa-sisa bangkai yang ada..
aku hanya berani menampakkan diri di awal gelap malam,
memandangi keindahan yang takkan pernah dapat ku arungi..
Aku hanyalah penyeimbang bagi mereka yang perkasa,
aku menyadari takdirku meski terkadang aku tak mampu..
Wahai langit, alam semesta dan isinya akan membahagiakanmu dengan perihal dunia terindah,
hentikanlah kesedihan agar mereka dapat mengarungi kemegahanmu yang takkan mungkin ku jamah..
ada pun keberadaanku,
hanya akan menunggu ujung waktu.."
Seketika gagak mengepakkan sayapnya yang patah,
melayang tanpa tujuan dan tak memperdulikan tubuhnya yang senantiasa menabrak dahan dan bebatuan tinggi yang menjulang..


Oleh : Ara Hurt

INI TENTANG NILAI KASIH IBU

Seorang anak yg mendapati ibunya sedang sibuk di dapur, lalu menuliskan sesuatu di selembar kertas. Ibu menerima kertas tersebut n membacanya:
Ongkos upah membantu ibu:
-membantu ke warung Rp.20.000
-menjaga adik Rp. 15.000
-membuang sampah Rp. 5.000
-membereskan tempat tidur Rp. 10.000
-menyapu Rp. 10.000
JUMLAH = Rp 60.000

Slesai membacanya, ibu tersenyum, mengambil pena n menulis di balik kertas itu:
-mengandung 9 bulan =GRATIS.
-jaga malam karena menjagamu = GRATIS
-khawatir memikirkan keadaanmu =GRATIS
-mnyediakan makan, minum, pakaian n kperluanmu = GRATIS.
JUMLAH seluruh nilai kasihqu = GRATIS

Airmata anak berlinang, lalu memeluk ibunya n berkata ''AQ SAYANG IBU''.
Lalu si ibu mengambil pena n kertas : LUNAS.

**mizz u mom

Oleh : Hesti Meliana

Wednesday, December 1, 2010

Berang Berang di Petang Merembang


“Datang lagi kau, yaa? Berombongan pula macam pawai Agustus-an!” Jaya mengomel meluapkan rasa kesalnya.

Sejak ikan-ikan yang dipeliharanya dari tiga bulan lalu makin menyusut, kini Jaya punya kebiasaan baru. Sepulang ngojek ia selalu menyempatkan diri mampir ke kolam ikan Guraminya. Mengintai berang-berang yang kerapkali menjadi pemangsa ikan-ikan di kolam itu. Usahanya tak sia-sia kali ini. Segerombolan berang-berang berbaris seperti prajurit tempur yang menuju medan perang. Berpapasan langsung tanpa basa-basi dengan Jaya yang hanya berjarak sekitar 6 meter dari mereka.

“Tak ada segan-segannya kalian denganku! Hmm,,, Awas! Kulempari mercon kalian sebentar lagi!” Jaya menggerutu, sambil melangkah masuk menuju rumah.

“Heran kali. Kenapa pula harus kolamku yang jadi sasaran berang-berang itu. Coba kolam Bang Fani saja, dia kan pelit orangnya. Panen ikan, seekor pun tak pernah dia berbagi. Lagi pula Ikan-ikan guraminya lebih banyak dari punyaku,” mengerumun rasa penasaran dalam hatinya.

Sementara itu berang-berang melancarkan aksi brutalnya di dalam kolam. Total chaos! Demikian niat yang tertanam mereka. Gerombolan binatang penganggu bagi para peternak ikan itu seakan tak terpengaruh dengan ancaman Jaya barusan. Mereka hanya menegaskan jati dirinya sebagai predator di komunitas rawa-rawa itu. Mengikuti hukum alam tentang rantai makanan yang menempatkannya pada posisi konsumen pemangsa ikan-ikan para peternak.

”Bub...blubuubb.. byuuuurr, byuuurr...,” air beriak di permukaan kolam. Seekor berang-berang di tepi kolam asik melahap gurami. Belum habis benar ikan malang itu dimakannya. Masih tersisa bagian ekor dan kepala. Ditinggalkannya saja tergeletak di atas rerumputan.

”Hari ini akan kutabuh genderang perang dengan mereka. Biar mereka tahu siapa aku, huh!” Jaya mendumel.

Ia melangkah masuk ke dapur. Di tungku tempat memasak, ia dapati arang-arang kayu bakar sisa menanak nasi pagi tadi. Ditumbuk halus, dan dicampur dengan minyak jelanta sisa menggoreng kerupuk. Mungkin terinspirasi oleh film Pasukan Khusus Navy Seal. Campuran minyak jelanta dan bubuk arang halus, ia jadikan masker penyamaran. Belang-belang hitam wajahnya kini.

Kali ini yang ada bukan Abdul Jaya. Anggota persatuan ‘Ojek Ramah di Segala Cuaca’. Sekarang dia mirip seorang personil pasukan khusus, dan tentunya dengan ‘special mission’ pula.

“Membabat habis musuh tanpa sisa, menyerang langsung ke jantung pertahanan,” demikian visi tempurnya.

Tuntas urusan dengan minyak jelanta dan bubuk arang dapur, Jaya masuk ke kamar tidur. Di depan kaca yang retak setengah, ia lama memandangi penampilannya kini. Topi baret coklat Pramuka milik Yanto keponakannya, ia kenakan untuk melengkapi penampilan sebagai seorang prajurit terlatih khusus.

Di bawah ranjang terletak sepucuk senapan ikan. Tak pelak lagi perlengkapan tempur dengan berang-berang itu segera saja ia raih. Tak lupa pula ia menjumput satu plastik penuh mercon-mercon cabai. Ia sengaja membelinya empat hari yang lalu. Sepertinya segala sesuatu telah direncanakan dengan baik oleh Jaya.

Suasana dalam rumah masih sepi saat itu. Kak Ruhiya, saudari kandungnya belum pulang dari berdagang pakaian bekas di kiosnya belakang Pasar Lopak. Biasanya Jaya dan kakaknya pulang berbarengan. Tapi entah kenapa Jaya hari ini tidak membonceng pulang Kak Ruhiya. Yanto sang keponakan semata wayang juga tak terlihat. Seperti biasa ia masih berada surau belajar mengaji dengan Pak Ustadz Nurman. Jadi Jaya begitu bebas berekspresi dengan gaya militernya saat ini.

”Satu langkah samping kiri, Jalan! Tegap senjata, gerak!” perintah Jaya lantang pada dirinya sendiri di depan cermin kamar.

“Hmm, aku sekarang sudah siap tempur. Gerakanku nanti tidak boleh tercium berang-berang kurang ajar itu,” benaknya mulai mengatur strategi penyerangan.

“Aku harus bergerak cepat seperti hantu. Tidak terlihat tapi langsung menyergap mereka dari segenap penjuru,” batinnya lagi.

Sementara sore mulai merambat pelan menuju malam. Semburat cahaya merah tembaga terlukis di langit senja. Mentari ingin pulang ke peraduan. Bergulir pelan, patuh mengikuti Sunatullah yang mengatur.

Sayup-sayup terdengar alunan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Begitu indah dan menentramkan bagi yang mendengar. Keluar dari pengeras suara surau yang terhambat renovasi dikarenakan kekurangan dana pembangunan. Ironi yang dramatis! Tempat yang menyediakan keberkahan dan kemuliaan fitrah suci manusia harus menunggu uluran tangan para dermawan begitu lama. Padahal bila rumah Tuhan disejahterakan, maka tak segan-segan pula rahmat dari Yang Maha Pengasih tercurah bagi seluruh penduduk kampung itu.

Setelah beberapa saat Jaya menghilang menuju kolam guraminya. Tiba dari pasar Kak Ruhiya. Lalu datang pula Yanto sepulang mengaji. Dua beranak itu menjalani rutinitas dengan tekun, sekalipun telah lima tahun ditinggal mati sang bapak sebagai tulang punggung keluarga. Kak Ruhiya berjualan pakaian bekas dari Batam untuk menafkahi diri, anak dan adik bungsunya Jaya yang suka berprilaku aneh. Namun kehidupan keluarga ini begitu tentram dalam kebersahajaan mereka penghuninya. Jarang sekali terdengar mereka mengeluh oleh himpitan ekonomi yang menyulitkan rakyat kecil. Kerja dan do’a merupakan payung mereka dari terpaan deras kesulitan yang senantiasa dihadapi. Mungkin juga disebabkan Kak Ruhiya yang pandai mengatur ekonomi keluarga.

“To.. Yanto... Yanto...!” panggil Kak Ruhiya pada anak semata wayangnya.

“Ya, makkk...!” sahut Yanto setengah berteriak dari dalam kamar menuju dapur.

“Sudah pulang kau rupanya!”

“Iya, mak. Barusan saja,” jawab Yanto sambil melangkah keluar kamar.

”Kemarilah. Mak bawakan gulai cincang kesukaanmu, nih! Makan lah dulu. Sudah makan nanti, kau tolong emak carikan Acik Jaya mu itu,” ujar Kak Ruhiya lembut.

Mata Yanto berbinar-binar ketika melihat gulai cincang dalam mangkuk. Ia tak menyimak pasti apa yang disuruh emaknya barusan. Benaknya hanya terbayang kelezatan gulai cincang bawaan sang bunda dari pasar.

”To, dengar tidak kau?! Tolong emak cari Acik Jaya mu sehabis makan ini,” ulang emak Yanto lagi.

”Iya, mak. Yanto makan dulu,” jawab Yanto cepat sambil mengambil piring makan.

Kak Ruhiya tersenyum sendiri melihat kelakuan anaknya kini.

Setengah jam kemudian, dapur senyap. Kak Ruhiya baru saja selesai sholat Maghrib. Masih mengenakan mukena, ia pergi ke dapur. Di sana tak ditemuinya Yanto.

Kak Ruhiya beralih ke kamar tidur anaknya. Yanto pulas terlelap di atas ranjang.

”Dasar ular sawah! Habis makan, langsung tidur. Disuruh cari Aciknya, malah tidur. Hari Maghrib bukannya sholat!” panjang omelan Kak Ruhiya pada anaknya.

”Bangun! Bangun cepat!” didorong-dorongnya Yanto.

“Cepat mandi dan sholat sana!”

“Iiiiya, mak” jawab Yanto gugup setengah sadar dikejutkan emaknya.

Lain yang terjadi di dalam rumah, lain pula yang terjadi di pinggir kolam ikan. Jaya diam-diam merayap mendekati gerombolan berang-berang. Walaupun suasana temaram, ia mengendap-endap dan menyeruak masuk ke dalam semak. Langit senja makin memudar merah saganya. Berganti dengan kelam pertanda malam. Suara jangkrik riuh meningkahi.

Berang-berang makin menjadi mengubek-ubek kolam. Tak terpengaruh akan kehadiran Jaya yang mengintai mereka. Seakan-akan tengah menikmati pesta besar makan ikan yang selalu mereka nantikan. Jaya? Tentu saja mereka lupakan.

Melihat keadaan sedemikian, hati Jaya bertambah geram. Kehadirannya sama sekali tak digubris berang-berang. Ia mengeluarkan dua ikat mercon cabai dari dalam tas ransel. Senapan ikan dipasangi sebatang bambu rautan bermata besi tajam runcing. Tak dapat dipungkiri sebuah kancah pertempuran seru akan tercipta kini.

”Hmm, tunggu kalian. Tunggu pembalasanku!” gumam Jaya geram. Gemeletuk suara gerahamnya berlomba dengan senandung riuh jangkrik ketika itu.

”Aku akan buat mereka panik dengan mercon-mercon ini. Begitu mereka panik, baru kutembaki dengan senapan ikan,” strategi penyerangannya mengatur gerak Jaya.

“Cresssssshh.. Cressshh..” mercon-mercon cabai mulai disulut.

“Tarr... Tlatarr.. Tarr.. Tarr..” suara letusan mercon-mercon yang dilempar Jaya membuat panik gerombolan berang-berang.

Asap mengepul. Membumbung bergulung-gulung laksana medan pertempuran sesungguhnya. Riuh rendah kebisingan terdengar. Ditambah pula teriakan kegirangan Jaya karena serangan dadakannya berhasil.

“Wuahahahaha..haha..ha..ha.. Rasakan pembalasanku, berang-berang penganggu!” Jaya melompat-lompat sambil tertawa. Berang-berang lari terbirit-birit.

“Ooo, kalian jangan lari... Jangan jadi pengecut, kalian semua! Nikmati dulu peluru senapan ikanku!” sigap Jaya membidik seekor berang-berang yang baru sadar tengah diserang.

”Blassssssh... Swinnnnggggg...” peluru senapan ikan melesat cepat. Tepat menembus leher seekor berang-berang. Hewan itu terhuyung-huyung. Bambu rautan bermata besi pipih tajam tertancap di lehernya.

”Mampus kau! Belum tahu sama Abdul Jaya,” seru Jaya bersemangat.

”Aku lebih dari kalian semua! Aku Sang Maha Raja Berang-Berang. Inilah upah menggangu ikan-ikan guramiku. Wuaaaahaha..ha..ha..ha..haaa....!” makin panjang saja suara tawanya saat itu.

Di muka rumah Kak Ruhiya berdiri menanti adiknya, Jaya yang tengah sibuk bertempur itu. Masih ia mengenakan mukenanya. Bertanya-tanya heran ia dalam hati.

”Kemana belut berkuping satu itu. Sudah sore tadi aku tidak dijemputnya, malah Maghrib tidak pulang ke rumah pula,” resah ia membatin sendiri. ”Makin aneh saja kelakuan adikku satu ini.”

”Yanto, kemari nak sebentar,” panggilnya lembut kepada Yanto.

”Ada apa, mak?”

”Tahu kemana perginya Acik Jaya mu, nak? Masa dari tadi belum pulang juga.”

“Motornya ada, tidak mak?” tanya Yanto heran.

“Tak tahulah. Emak belum lihat juga. Coba kau lihat di samping rumah.”

Bergegas Yanto pergi ke samping rumah.

“Motor Acik ada, makkk!” teriak Yanto

”Hmmm... Berarti dia kini sudah pulang. Tapi ada dimana sekarang?” makin bingung Kak Ruhiya kini.

Beberapa saat kemudian, terdengar suara Jaya bernyanyi di luar rumah.

“Med baret coklat, jidatnya mengkilap... Kalau menyerang pasti secepat kilat, yo..yo..yo.. asikk..” yel-yel serdadu tempur keluar parau dari mulut Jaya. Susul-menyusul diiringi suara kaleng kosong yang ditabuh ritmis. Lantang terdengar sampai ke dalam rumah.

”Huhh... Ini dia belut berkuping yang kutunggu dari tadi,” gumam Kak Ruhiya dongkol ketika mendengar suara cempreng adiknya di luar sana.

“Makkk.. itu suara Acik Jaya,” seru Yanto pula.

“Iya, memang suara Acikmu yang ngawur itu.”

“Halo, Kak Ruhiya sayang.. How’re you today? You look so beautiful, you know? Hayo.. tolak pinggang gichu, gaya kakak makin asiiiik!” tanpa memperdulikan mata kakaknya yang mendelik, Jaya malah cengengesan mengguraui.

“Eitsss…! Senyum dong? Hehehehe!” Jaya cengar-cengir kuda dengan wajah belang-belang bercampur keringat.

“Heh.. belut berkuping!” bentak Kak Ruhiya seketika. “Dari mana saja kau, wereng coklat?”

”Siap! Lapor! Segerombolan berang-berang telah disapu bersih!” ala militer pula gayanya kali ini.

“Nah...nah.., itu apa pula bergelayut di pundak kau?!?!” tak terlalu pasat rupanya Kak Ruhiya melihat seekor berang-berang mati di pundak Jaya. Temaram suasana malam melamurkan pandangan matanya.

“Siap! Izin mendekat, komandan!”

“Komandan...komandan.., jidat kau!!” hardik Kak Ruhiya.

”Sabar dulu, Kak... Kan orang sabar jidatnya lebar. Buktinya jidat Kakak sendiri, kan?”tambah jadi Jaya mencandai Kak Ruhiya.

“Kurang ajar kau, yaa… Cepat kau kemari!”

”Hahh?!?! Apa ini, Jaya?!?!” terkejut bukan kepalang Kak Ruhiya mendapati bangkai berang-berang menggantung pasrah di pundak Jaya.

”Ini mau kau rupanya, huhh!” sambil menjewer daun telinga, ia menyeret masuk adiknya.

”Aduhhh..aduhhh..aduh... Ampun Kak... Ampunnn..” raung Jaya kesakitan. Pelintiran meremas dari jeweran kakaknya erat menempel tak sudi lepas lagi.

”Sudah kau buat aku menunggu berjam-jam di kios sore tadi. Sekarang malah muncul bawa bangkai berang-berang ke dalam rumah. Belum lagi muka kau belang-belang mirip luak bikin orang ngeri.”

”Sudah, Kak... Ampunnnn... Lepaskan jewerannya, perih...” Jaya memohon-mohon sambil meringis menahan sakit. ”Janji... Kak... aku takkan seperti ini lagi.”

”Jangan janji-janji pula kau. Tadi siang kau bilang mau jemput sebelum tutup kios. Kemana saja kau keluyuran, hah?!?!”

”Hari Maghrib bukannya kau sholat, eeh malah main-main di kolam. Cepat kau mandi sana, monyet!” bentak Kak Ruhiya lagi.

Tergesa-gesa Jaya berlari menuju kamar mandi. Telinganya yang terasa pedas, ia usap-usap. Kak Ruhiya geleng kepala saja menyaksikan tingkah laku adik remajanya itu. Ia mangkel sekali. Ia memang paling tak suka kalau siapa pun di dalam rumah mulai berani berbohong dan ringan mengucapkan janji. Karena seringan-ringan kapas, memang masih kalah ringan dengan berjanji. Dan perangai ini berbahaya bila menjadi kebiasaan.

Kak Ruhiya hanya ingin keluarganya menjunjung tinggi kejujuran. Ia juga mau anak dan adiknya pandai memanfaatkan waktu. Bukan menyia-nyiakan waktu melakukan hal yang tak bermanfaat sama sekali. Tidak ada nilai yang lebih tinggi daripada kejujuran dan kerja keras bagi Kak Ruhiya. Kejujuran mencerahkan jiwa dan menciptakan sikap amanah. Kerja keras mengangkat nilai harkat manusia. Demikian prinsip yang ia pegang teguh dan jalankan selama ini.

Saat ini walaupun masih mendongkol, tak terbersit rasa benci dalam hati pada adiknya. Memang orang-orang yang hidup dalam kebersahajaan seperti mereka, lebih jujur pada diri mereka sendiri dan saling mengasihi satu sama lain.

Kebahagian tak sungkan-sungkan mampir ke gubuk kayu. Ketika penghuninya semata ingin bernaung di bawah atap kejujuran dan senantiasa saling menjaga.

Di Tulis oleh M.Ichsan

Saturday, July 17, 2010

Ada Award untuk Anda...!

Award ini pemberian dari sahabat blogger Dr.Qbul "Forum Belajar" , sebelumnya saya ucapkan terima kasih. namun sebenarnya saya mungkin tidak pantas menerimanya karena isi dari blog saya mungkin jauh kualitas keilmuannya dan informasinya dari sahabat blogger lainnya. Namun demi Persahabatan Blogger semua saya pajang award ini, demi kemajuan Blogger yang ada di Indonesia dan bagi para sahabat blogger lainnya yang berkunjung silahkan ambil Award ini. sebagai tanda terima kasih saya telah mau berkunjung ke blog ini. nih awardnya.
dan saya akan bagikan Award ini untuk sahabat blogger saya dibawah ini :
  1. http://recipe-ku.blogspot.com
  2. http://www.boyanonline.co.cc
  3. http://gudangotak.blogspot.com
  4. http://ririenblog.blogspot.com
  5. http://mylife-is-beautiful.blogspot.com
  6. http://seteguhhati.blogspot.com
  7. http://azisgr.blogspot.com
  8. http://ummiega.blogspot.com
  9. http://dccantasari.blogspot.com
  10. http://www.gengblogger.com



Copy Paste Code Award ini pada Blog Anda untuk meningkatkan Traffik...!!


Sebelumnya mohon maaf apabila sudah ada yang menerima Award seperti ini.., terima kasih.!!!

yang masih bingung kenapa sih harus memasasang Award ini....!!!
Awalnya saya juga bingung apa sih manfaat memasang award ini, yang jelas mempererat persahabatan blogger, yang kedua akan menghasilkan Backlink Gratis dari para Blogger Lain karena sesuai dengan aturan dan persyaratan yang menciptakan Award ini setiap penerima Award memasang linknya dan akan di copy oleh penerima Award lainnya, yang jelas kejujuran dari kita semua, sesuai dengan misi sebelumnya yaitu mempererat Para Blogger.
Nah adapun Syarat-syarat memasang Award ini sebagai berikut :
  1. Copy Paste kan seluruh teks yang ada dibawah ini, kemudian postingan menggunakan menu Compose (agar link-linknya tidak hilang, karena disinilah yang disebut dengan backlink itu)
  2. kemudian hapus link blog no.urut 1, dan no.urut 2, 3 dan seterusnya naik menjadi no.urut 1, 2 dan seterusnya.setelah itu tinggal menjadi 9 link blog.kemudian masukan Anchor blog anda atau beserta link blog anda pada urut no 10
  3. kemudian bagikan Award ini kepada 10 sahabat Blogger anda, isi postingan terserah anda, yang pasti anda harus memasukan 10 Link Blog dibawah ini : (no.urut 1 dihapus yang 2 naik)
  1. fahmiahmadfarizan.blogspot.com
  2. bagusfuns.blogspot.com
  3. dunia-kue.blogspot.com
  4. kuncupkembang.blogspot
  5. jardiq.wordpress
  6. monsterilmiah
  7. sentrablog
  8. patriot-dexwa.weblog
  9. Forum belajar siswa
  10. Dr.Qbul

Tapi ingat Sahabat Blogger harus Adil dalam menjalankan ini, jika setiap Penerima mampu memberikan kepada 5 sahabat blogger saja,dan mereka sama-sama akanmemposting seperti yang anda lakukan, bukan main-main anda menerima Backlink
ketika Posisi anda 10 jumlah backlink 1
Posisi 9 jumlah backlink = 5
Posisi 8 jumlah backlink = 25
Posisi 7 jumlah backlink = 125
Posisi 6 jumlah backlink = 625
Posisi 5 jumlah backlink = 3,125
Posisi 4 jumlah backlink = 15,625
Posisi 3 jumlah backlink = 78,125
Posisi 2 jumlah backlink = 390,625
Posisi 1 jumlah backlink = 1,953,125
jadi gak usah ragu tuk pajang Award ini di blog anda, salam persahabatan dari Dr.Qbul

Monday, July 12, 2010

Spanyol Juara Dunia World Cup 2010

Pertandingan bola Dunia telah usai, Sang Juara pun telah ada yaitu Pasukan kesebelasan dari Spanyol dengan lawannya belanda, pertandingan Bola Dunia tahun 2010 ini memang sangat berbeda dari sebelumnya karena bertempat di Afrika yang terkenal dengan Alamnya yang penuh dengan koleksi flora dan fauna.
memang begitu mengesankan bagi sempet menonton langsung di Afrika. score terakhir 1:0 berbanggalah pendukung spanyol dengan senyuman lebar para pemain spanyol sambil mengusung piala kemenangan. jangan juga bersedih bagi pendukung belanda karena ini hanya sebuah permainan. so. kira-kira bisa gak yah Team Nasional indonesia masuk pada Piala Dunia, walau tidak sampai seperempat final. yang pasti dukunganku selalu pada team garuda, yah..., Do'ain saja mudah-mudahan dengan pengalaman kemaren yang sampai berita menghebohkan ada penonton masuk lapangan membawa bola dan memasukannya kedalam gawang, Timnas harus Interospeksi diri dan harus menjadi sebuah pelajaran. itu merupakan suatu cambuk bagi para pemain tim nas untuk selalu bermain lebih baik dari penonton.
mungkinkah piala dunia berikutnya di Indonesia...? wah kalo pertanyaan itu sih masih bingung jawabnya, tapi apa yang tidak mungkin semua bisa dilakukan, di Afrika aja bisa apalagi di Indonesia ya tidak.?
kembali kepada Piala Dunia, kemenengan Tim Spanyol sudah banyak di Prediksikan seperti kemarin ada Gurita yang disuruh memilih tim manakah yang akan menang ? ternyata benar team dari kesebelasan Spanyol. wah jangan-jangan bagi yang suka dengan hal-hal mistis bisa mencari gurita nih untuk sebuah peruntungannya. terus Paranormal dan para dukun gak laku nih...!
sekarang sudah ada dukun Gurita yang tepat sekali ramalannya. jadi kalo mau ramal cari gurita aja tapi Master Deddy Corbuser juga sudah meramalkan sebelumnya bahwa yang akan menang spanyol.
dah ah, nguantuk .....!


Thursday, February 25, 2010

Asal-usul Lampung

Lampung berasal dari kata Ngelambung yang artinya Naik ke permukaan ( air laut ).

Pulau Lampung ditemukan oleh Ratu Menapik
Kita tentunya masih ingat akan peristiwa yang dinamakan Es mencair. Dalam peristiwa tersebut menyebabkan sebagian besar pulau - pulau yang berada diberbagai belahan dunia tenggelam akibatnya.

Ketika Es yang berada di bagian kutub ( Melayu ) mencair, air laut menyelimuti sebagian besar daratan atau pulau - pulau yang berada di muka bumi ini, begitu pula terhadap sebagian daratan yang berada di Katulistiwa ( Nusantara ) ini, seperti pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesai, Pulau Irian, serta pulau - pulau kecil lainnya, pulau - pulau tersebut pada tenggelam.

Menurut penjelasan Raja Agung Kebuwaian Buwai Nyerupa Gedung Asin, peristiwa terjadinya Es mencair tersebut bersamaan dengan peristiwa Nabi Nuh, atau dalam dunia Islam dikenal dengan sebutan Kiamat Nabi Nuh.

Akan tetapi ditengah peristiwa Es mencair tersebut, tidak halnya terhadap pulau yang berada di bagian penghujung pulau sumatera ( Lampung ). Atas izin serta kehendak yang Maha Kuasa ( ALLAH ) pulau tersebut tidak tenggelam, sebaliknya pulau tersebut nampak sedang Ngelambung diatas permukaan air laut, tak ubahnya seperti Pelampung dipermukaan air ( laut ), begitu pula terhadap seseorang ( yang bernama Menapik atau Ratu Menapik ), atas izin serta kehendak yang Maha Kuasa ( ALLAH ) beliau terselamatkan dari ganasnya alam yang sedang terjadi ( peristiwa Es mencair ).

Dalam mengarungi lautan Ratu Menapik yang berupaya menyelamatkan dirinya dari peristiwa tersebut melihat dari kejauhan akan sebuah pulau nampak sedang ngelambung di permukaan air laut, bermula dari peristiwa tersebut serta apa yang dialami oleh beliau maka pulau tersebut diberi nama :

" Pulau Lampung "

Lampung yang berasal dari kata Ngelambung yang artinya naik kepermukaan air ( Laut ).

Tak lama setelah berada di pulau Lampung dan air laut mulai berangsur - angsur surut ,diketahui oleh beliau bahwa tempat dimana beliau berlabuh merupakan sebuah Bukit yang berbentuk persegi maka oleh beliau bukit tersebut diberi nama :

" Bukit Pusagi "
( Lampung )

Sedangkan pulau dimana tempat berdirinya bukit Pusagi dinamakan pulau Lampung

Menapik berasal dari kata Mena dan Terepik yang artinya :
Mena artinya : Duluan
Terepik artinya : Ada atau berada( di bumi Lampung )
Jadi pengertian dari Meapik yaitu : seseorang ( manusia ), yang duluan berada di Pulau Lampung.

Sejarah Lampung ini diambil dari catatan Raja Agung Kebuwaian Buwai Nyerupa Gedung Asin yang ditulis kembali oleh, Nyerupa Sang Wai Tu Opara Bahrun Sailendra, Anton Sailendra, Nyerupa Sang Wai Tu Bahrun Djakia Sailendra, Nyerupa Sang Wai Tu Sudirman Sailendra, Nyerupa Sang Wai Tu Abdul Murad Sailendra, Nyerupa Sang Wai Tu Mustopa Sailendra.

Saturday, January 30, 2010

Awet Muda

Kusno terkenal dengan keteguhannya memegang perkataan yang ia ucapkan. Ya.. memang kalau bukan kata-kata, apa lagi yang bisa dipegang dari seseorang untuk mempercayainya?





Suatu ketika sahabatnya yang hendak merantau berkata, ”Kusno... Aku hendak pergi merantau. Saat ini umurku genap 21 tahun. Bila kelak aku kembali lagi ke sini berapa usiaku nanti?”



”Kita lihat saja berapa lamanya kau pergi merantau, Rin,” jawab Kusno.



”Usiamu berapa saat ini, Kusno?” tanya sobatnya lagi.



”Aku tiga bulan lagi genap 21 tahun, dan musim tanam ini jatuh temponya,” terang Kusno pada Sirin, sahabatnya.



Delapan belas tahun berlalu begitu cepat. Sirin yang merantau telah pulang kembali ke kampung halamannya. Ia berniat menemui Kusno yang masih saja bekerja sebagai petani Cabai itu.



Melangkahlah Sirin ke rumah Kusno.



”Sahabatku, Kusno...” panggil Sirin pada Kusno setibanya di beranda rumah.



“Siapa di luar sana?” sahut Kusno dari dalam rumah.



“Aku Sirin.”



“Masuk lah kemari, Rin.”



“Aku telah pulang merantau, Kusno. Aku pergi selama delapan belas tahun lamanya. Umurku telah bertambah, jadi 39 tahun sekarang.”



”Berapa usiamu saat ini, Kusno?” tanya Sirin langsung pada Kusno.



”Ya, tentunya masih 21 tahun, kawanku. Dan tiga bulan lagi genap hitungan usiaku. Musim tanam ini lah jatuh temponya,” jawab Kusno dengan mantap.



”Bagaimana kau ini? Aku saja merantau 18 tahun, usiaku kini 39 tahun karena ditambah usiaku saat mau pergi merantau dulu.”



”Dengarkan Aku, sobat. Aku orang yang tidak suka menambahi atau mengurangi suatu ucapan yang pernah terlontar keluar dari mulutku.”



”Dulu ketika kau mau pergi merantau, aku berkata usiaku genap tiga bulan lagi 21 tahun. Sekarang pun setelah kau kembali pulang dari merantau, maka aku tetap berkata hal yang sama,” ujar Kusno dengan penuh keyakinan dan mimik wajah serius.
Kiriman dari M.Ichsan member of Dr.Qbul Group in FB.

Tuesday, January 26, 2010

Astaga.com lifestyle on the net

Sebuah keyword dari Kontes SEO yang diadakan oleh Astaga.com dalam rangka REBORN yang menjadikan Astaga.com semakin baik, tajam dan berimbang dalam penyajian beritanya, yang mau ikutan silahkan daftar aja coba-coba, Kontes dimulai dari tanggal 30 november 2009 s/d 03 maret 2010 tenang masih keburu, mohon maaf sebelumnya anda mungkin mengira saya ikutan kontes, saya cuma kasih info aja koq saya tidak ikutan kontes abis saya gak ngerti SEO itu apa dan gimana kerjanya, kalau saya ikutan ya jelas kalah he,he,he... maklum baru belajar ngeblog, tapi memang Astaga.com sudah lama saya mendengar dari sebelum saya mengenal yang namanya internet, karena pada waktu itu media TV dan Radio sering sekali mengambil referensi berita dari Astaga.com, apalagi sekarang yang sudah lebih lengkap lagi menunya, bukan hanya penyajian berita saja tapi sudah menjadi trend lifestyle, dan Forum Astaga.com yang gak pernah sepi, wah luar biasa, saya salut dengan Astaga.com, Saya pernah bermimpi kapan saya bisa mengelola website berita seperti Astaga.com gimana mau mengelola la wong ngeblog aja masih belajar he,he,he.., tapi kan gak masalah bermimpi karena menjadikan motivasi buat saya untuk belajar terus makanya saya sering berselancar browsing sana dan sini termasuk Astaga.com melihat apalagi yang di kembangkan mudah-mudahan bisa menginspirasi saya tuk bisa seperti Astaga.com lifestyle on the net, okelah kalo begitu saya cuma kasih dukungan sama temen-temen blogger yang ikutan Kontes SEO dari Astaga.com lifestyle on the net, Selamat berjuang, bersainglah secara sehat, dan semoga Anda sebagai pemenang...! tapi ingat Menjadi pemenang Kontes SEO bukan berarti sudah cukup untuk belajar tapi masih banyak misteri yang belum terungkap didunia maya eit .. bukan maya tetanggaku lho ..! tapi Dunia Internet yang tidak nyata tapi bisa menjadi nyata..! sukses ya...!

Monday, January 25, 2010

Menanam Kentang

Sudah setahun lamanya Amir mendekam di penjara. Sudah empat kali musim tanam pula ia tak membantu istrinya mengolah kebun kentang mereka.

Suatu hari datanglah surat dari istrinya yang diberikan sipir penjara.. Sebagaimana pesakitan lainnya, surat istri Amir telah dibaca lebih dulu oleh sang sipir penjara.

"Bang Amir," kata sang istri dalam surat tersebut, "Musim menanam kentang telah tiba. Aku tak punya uang sepeser pun untuk mengupah orang mencangkuli lahan kebun kita. Bagaimana ini, Bang?"

Membaca isi surat tersebut, Amir menjadi sedih dan bingung. Ia tak bisa membantu pekerjaan berkebun sang istri. Akan tetapi ia tak putus asa. Lalu ia membalas surat istrinya itu.

"Sayangku, jangan sekali-kali kau mencangkuli kebun kita, kalau kau tak mau melihatku membusuk selamanya di penjara ini. Karena di sanalah aku menimbun senjata api dan hasil rampokanku dulu," balas Amir dalam suratnya.

Lalu surat tersebut ia titipkan pada sipir penjara dengan maksud agar dapat diberikan pada istri Amir. Namun, sang sipir langsung membukanya secara diam-diam.

Berselang beberapa hari kemudian, tibalah kembali sepucuk surat balasan dari istri Amir.

"Bang Amirku tersayang.. Kemarin polisi dan para petugas penjara berkerumun di kebun kita. Mereka mencangkuli tiap jengkal tanah di sana. Entah apa yang mereka cari, Bang?"

Amir tersenyum sendiri membaca surat balasan dari istrinya itu. Kemudian ia menulis sepucuk surat yang ditujukan pada istrinya.

"Sayangku... Karena tanah di kebun kita sudah dicangkuli, sekarang saat yang tepat untuk menanam kentang," demikian bunyi suratnya.

Sipir penjara yang membaca diam-diam surat Amir, baru memahami kalau sebenarnya ia dan para petugas lainnya telah dikerjai.
kiriman dari Muhammad Ichsan

Thursday, January 21, 2010

Asal-Usul Lampung Cikoneng

Pada zaman Raja - Raja yang menimpin pada umumnya memiliki kekaromahan berupa kesaktian, hal tersebut menjadi salah satu faktor penunjang dalam memimpin di suatu kepemerintahan.
Pada masa kepemimpinan Sultan Maulana Yusuf di Kesultanan Bantenbeliau berupaya untuk dapat menundukan Kerajaan Galuh yang berpusat di Pajajaran, ( Galuh Pajajaran ).

Adapun Visi dan misi beliau menundukan Kerajaan Galuh Pajajaran yaitu :

Misi : Menakhlukan Kerajaan Galuh Pajajaran

Visi : Guna penyebaran Agama Islam.

namun untuk dapat mewujudkan Visi dan misinya, sultan Banten memimta bantuan dari Keratuan Skala Beghak yang berpusat di Bandar Agung Sukadana Way Tebing Liwa.

Beberapa hal yang membuat Sultan Banten meminta bantuan terhadap Kratuan Skala Beghak diantaranya yaitu :

1. Adanyanya keturunan Ratu Menapik atau Wangsa Sailendra yang disebut dengan Kebuwayan ( Kebuwayan Empat ).
2. Sultan Banten mengetahui bahwasanya Raja - Raja yang berada di Nusantara dibawah kekuasaan Keluarga Sailendra yang berada di Bumi Lampung, ( Ratu Skala Beghak )

Selanjutnya Sultan Banten mengirim utusannya terhadap Ratu Skala Beghak yang berpusat di bandar Agung Sukadana Way Tebing Liwa.

Dalam pengiriman utusan tersebut Sultan banten mengirim utusannya kekkeratuan Skala Beghak sebanyak 2 ( Dua ) kali :

1. Pertama utusan Sultan banten tidak sampai pada Ratu Keratuan Skala Beghak menlainkan bertemu dengan Paksi yang berada di Bumi Lampung ( Paksi Empat ).
2. Kedua utusan Kesultanan banten bertemu dengan Ratu Skala Beghak di Bandar Agung Sukadan Way Tebing Liwa.

Menyikapi hal tersebut lalu Ratu Skala Beghak mengirim utusannya sebanyak 40 ( Empat Puluh ) orang utusan guna membantu Kesultanan Banten.
Adapun ke 40 ( Empat Puluh ) orang utusan terseut terdiri dari :

1. 8 ( Delapan ) orang utusan, ditambah 2 ( Dua ) orang utusan khusus dari Kebuwaian Buwai Banyu Nyerupa yang berpusat di Bandar Agung Sukadana Way Tebing Liw.
2. 10 ( Sepuluh ) orang utusan dari Kebuwaian Buwai Bujalan Diwai yang berada di Pekon Tengah Liwa.
3. 10 ( Sepuluh ) orang utusan dari Kebuwaian Buwai Bunyata ( Menyata ), yang berada di Pekon Sukanggeri Liwa.
4. 10 ( Sepuluh ) orang utusan dari Kebuwaian Buwai Belunguh, yang berada di Pekon Nenggeri Agung Liwa.

Sebelum 40 ( Empat Puluh ) orang utusan tersebut diberangkatkan menuju Kesultanan Banten guna membantu Kesultanan Banten menakhlukan Kerajaan Galuh Pajajaran, Ratu Skala Beghak menunjuk 2 ( Dua ) orang dari Kebuwaian Buwai nyerupa ( dua orang utusan khusus ) guna mengetuai rombongan yang akan diberangkatkan ke bumi Banten.

Setelah mereka semua telah dibekali dengan berbagai perlengkapan perang serta kebutuhan ( perbekalan ) secukupnya, kemudian ke 40 ( Empat Puluh ) orang utusan tersebut menuju ke Kesultanan Bantenguna bergabung terhadap Pasukan dari Kesultanan Banten.

Setibanya utsan dari Keratuan Skala Berghak di Bumi banten mereka disambut oleh seluruh rakyat Banten dan Sultan Baten di Kesultanan Banten. Tak lama melepaskan lelah dari menempuh perjalanan yang cukup jauh, serta telah beradap tasi terhadap pasukan dari Kesultanan Banten, juga kedua pasukan tersebut telah menyatukan Visi dan Misi dari Sultan Banten, kemudian Pasukan Gabungan tersebut munuju ke Kerajaan Galuh Pajajaran ( Medan Perang ).

Ketika kedua pasukan bertemu di medan perang pada akhirnya perang pun tak dapat dihindarkan perang yang terjadi pada akhirnya dimenangkan oleh Pasukan Gabungan

Berita tentang takhluknya Kerajaan Galuh Pajajaran membuat seluruh rakyat Banten bergembira terlebih lagi Sultan Maulana Yusuf.kegembiraan, serta keharuan yang beliau rasakan membuat air mata beliau jatuh berlinangan.

Betapa tidak, sejak Kerajaan Galuh Pajajaran di kuasai oleh Rahyang Purba Sora,hingga keturunan - keturnannya yang menjabat sebagai pemimpin di Kerajaan Galuh Pajajaran, kerajaan tersebut tak dapat ditakhlukan oleh kerajaan manapun, khususnya Raja - Raja yang ada di Jawa Dwipa.

Hal tersebut dapat kita ketahui dari beberapa peristiwa yang menimpah Kerajaan Galuh Pajajaran diataranya :

1. Pada masa kepemimpinan Kerajaan Maja Pahit dibawah kepemimpinan Raja Hayam Wuruk, Kerajaan tersebut ingin menakhlukan kerajaan Galuh Pajajaran, dengan cara menjodohkan Raja Hayam Wuruk dan putri Raja Galuh Pajajaran bernama Diah Pitaloka, namun hal tersebut tak dapat terlaksanakan sehingga upaya Patih Gajah Mada yang ingin menyatukan Nusantara, tak dapat terlaksana.
2. Pada Masa Kerajaan Islam Demak dibawah kepemipinan Raja Tronggono serta Panglima Perangnya bernama Syarif Hidayatulloh, Kerajaan Islam Demak pernah menyerang Kerajaan Galuh Pajajaran, namun penyerangan tersebut hanya dapat merebut ke 3 ( Tiga ) kerajaan yang menjadi bawahan dari Kerajaan Galuh Pajajaran yang terdiri dari Kerajaan Sunda Kelapa, Kerajaan Banten, serta Kerajaan Cirebon.

Kini dibawah kepemimpinan beliau Kerajaan Galuh Pajajaran dapat ditakhlukan oleh Kesultanan Banten ( Pasukan Gabungan ).

Sekembalinya Pasukan Gabungan dari medan perang, Pasukan Gabungan tersebut disambut oleh seluruh Rakyat Banten dengan mengadakan berbagai acara di Kesultanan Banten.

Didalam acara tersebut tak lupa Sultan Banten memberikan {mospagebreak}penghormatan terhadap pasukan yang gugur dalam pertempuran. Satu - persatu acara dilalui, kemudian atas jasa - jasa dari 40 ( Empat Puluh ) orang utusan dari Keratuan Skala Beghka ( Kebuwayan Empat ), Sultan Banten meminta kesediaan terhadap utusan Keratuan Skala Beghak untuk tetap berada di Bumi Banten.

Atas kesediaan dari ke 40 ( Empat Puluh ) orang utusan dari Keratuan Sala Beghak untuk tetap berada di Bumi Banten lalu Sultan Maulana Yusuf menempatkan mereka di suatu wilayah yang diberinama Cikoneng.

Bermula dari adanya 40 ( Empat Puluh ) orang dari Keratuan Skala Beghak tersebut lama - kelamaan mereka dikenal dengan sebutan " lampung Cikoneng "

Catatan sejarah Asal Usul Lampung Cikoneng ini di tulis oleh Nyerupa Sang Wai Tu Opara Bahrun Sailendra, Anton Sailendra, Nyerupa Sang Wai Tu Bahrun Djakia Sailendra, Nyerupa Sang Wai Tu Sudirman Sailendra, Nyerupa Sang Wai Tu Abdul Murad Sailendra, Nyerupa Sang Wai Tu Mustopa Sailendra.

Sunday, January 3, 2010

Cari Lowongan Kerja Bag.I

Wisuda adalah masa transisi dari Mahasiswa kembali ke masyarakat, ada seorang pemuda yang bernama Badra yang baru saja Lulus kuliah, rencana Badra ingin mencari pekerjaan kebetulan dia tinggal di kota Bandar Lampung, namun setelah sekian lama Badra belum juga mendapatkan pekerjaannya sehingga dia pun nekat ingin mengadu nasib di Jakarta, dengan berbekal ijazah S-1 Akuntansi dan Pakaian yang necis dan membawa uang yang hanya cukup untuk ongkos, dia pun Nekat pergi dengan menumpang mobil Truck pengangkut hasil bumi, namun karena Badra tidak diminta ongkos dia pun harus membantu menurunkan hasil bumi dari atas truck, "Ah.., gak masalah yang penting saya bisa sampai Jakarta" guman Badra, Akhirnya mobil yang ditumpanginya sampai juga di Jakarta, tepatnya di Pasar cijantung dekat Markas Kopasus, setelah selesai bongkar Badra pun mulai berjalan mencari daerah perkantoran, namun karena Badra baru pertama kali kejakarta, Badra berjalan tanpa Arah,"Waduh..,saya harus kemana ya..? ah..,disana ada gedung-gedung bertingkat mending saya kearah sana ajalah.." guman Badra, Badra pun berjalan dan terus berjalan setelah sampai di daerah gedung-gedung bertingkat, sayang seribu sayang semua perkantoran sudah pada tutup karena hari sudah petang, Badra pun kecewa dan akhirnya dia pun menggelandang karena tidak memiliki saudara di Jakarta, ketika malam tiba Badra terkagum-kagum melihat gemerlapan lampu, Badra pun melanjutkan perjalanannya yang tanpa ada tujuan, berharap jika ketemu orang lain menawarkan pekerjaa, malampun semakin larut akhirnya Badra mencari tempat untuk tidur walau beralaskan koran bekas, Keesokan harinya dipagi yang cerah Badra terbangun karena mendengar suara pecah ban dan terjadi tabrakan sebuah mobil dan kendaraan motor, sontak Badra pun berlari menuju TKP (tempat kejadian perkara) saat dia mendekat dilihatnya ada beberapa orang yang sedang sibuk menolong namun terlihat janggal karena gelang, kalung dan beberapa lembar rupiah juga ikut diselamatkan, karena melihat hal yang demikian Badra pun urungkan niat tuk mendekat dan hanya merasa hatinya terenyuh, sambil memikirkan kejadian tadi Badra pun mulai berjalan lagi menapaki gedung-gedung bertingkat dan berhenti di salah sebuah masjid sambil numpang mandi setelah itu Badra kembali melanjutkan perjalanan dan sesekali Badra berhenti untuk menanyakan apakah ada lowongan, tapi tak satupun menyuruhnya untuk masuk, tibalah di sebuah taman kecil Badrapun beristirahat sambil menahan rasa lapar apalagi dia sudah tidak punya uang sama sekali, di tengah melamunnya tanpa sadar setiap yang lewat selalu melempar koin pada kaleng di depan Badra, padahal kaleng itu sudah ada sebelum Badra dateng, tapi Badra hanya tersenyum memperhatikan setiap orang yang memberi, Badra masih bingung belum dapat pekerjaan sementara Uang selalu datang di hadapan dia ~Bersambung~ Berikan saran anda Apa yang seharusnya Badra Lakukan..?

Situs Jual Beli

Situs Jual Beli
Portal Iklan Gratis Indonesia